IPM dan Islam yang Berkemajuan

Oleh : Alfianur Rizal (Kabid Perkaderan PD IPM Surabaya)

Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan organisasi sayap gerakan Muhammadiyah, maka dari itu sudah sepantasnya paham ke-Islaman IPM harus merujuk pada islam menurut Muhammadiyah sebagai organisasi induknya, dalam menjalankan pergerakannya IPM tidak boleh terlepas dari maksud dan tujuan Muhammadiyah itu sendiri, bagi siapa saja yang mengklaim dirinya sebagai kader IPM maka pada dasarnya dia harus meresapi ideologi Muhammadiyah sebagai rujukan untuk menjalankan aktivitasnya dalam ber-IPM, dari pemahaman yang dalam tentang ideologi Muhammadiyah diharapkan para kader IPM mampu mewujudkan cita-cita Muhammadiyah dikalangan pelajar sebagai masyarakat sasarannya.

Pandangan islam IPM yang merujuk pada pandangan islam menurut Muhammadiyah yakni “Islam yang Berkemajuan” haruslah benar-benar mampu dipahami secara menyeluruh (khafah), “Pandangan tentang Islam yang berkemajuan jangan diartikan dengan cara berpikir “mafhum mukhalafah” (makna sebaliknya, oposisi biner), seolah di balik itu ada Islam yang tidak berkemajuan. Cara berpikir seperti itu cenderung dangkal dan verbal. Islam itu pada hakikatnya agama yang berkemajuan, karena itu penting untuk ditonjolkan watak dasar Islam yang maju itu. Jika Muhammadiyah menekankan pada pandangan Islam yang berkemajuan maka jangan ditarik ke konsep dan pemikiran yang sempit dan formalistik. Muhammadiyah dengan pandangan Islam yang berkemajuan itu bahkan memperdalam dan memperluas tentang Islam sebagai ajaran yang menyeluruh atau komprehensif, yang diturunkan ke muka bumi untuk membawa kemajuan kepada seluruh umatnya di alam semesta” (Aktualisasi Islam yang Berkemajuan Oleh Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.).

 Islam merupakan agama yang anti kejumudan (konservatif) yang artinya adalah pada dasarnya islam merupakan agama Allah yang berkemajuan (Din al-Hadlarah), dari pandangan Islam berkemajuan yang diambil Muhammadiyah sebagai fondasi dalam melaksanakan dakwahnya menjadi suatu hal yang penting bagi warga Muhammadiyah  untuk menjadi benteng kehidupan sehingga warga Muhammadiyah termasuk para pelajar Muhammadiyah atau kader IPM tidak mengalami kebingungan dalam menghadapi doktrin-doktrin globalisasi yang ditandai dengan kehidupan postmodern.

Salah satu ortom Muhamamdiyah yang menjadi aktor penting untuk melanjutkan dinamika bangsa dan persyarikatan ini adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah  yang berbasis masa pelajar atau remaja haruslah juga memahami pandangan Islam yang berkemajuan sebagai fondasi para kadernya sehingga kader IPM mampu menjaga dirinya dari pengaruh-pengaruh yang nantinya menyeret dalam kehidupan yang didominasi oleh hawa nafsu (hedonisme) bukan malah terlena dengan gemerlap hidup yang mutakhir dan serba praktis, hal-hal seperti ini yang seharusnya kita kaji lebih dalam secara continue untuk mewujudkan organisasi yang hebat, organisasi yang hebat bukanlah dipandang dari segi banyaknya masa atau dari segi tata administarasinya, organisasi yang hebat adalah organisasi yang mampu membrikan manfaat dan perubahan bagi sosial dan memberikan pengaruh positif terhadap lingkungannya dan para pengikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s