Dengan Intelektualitas, Selamatkan Potensi Kader Persyarikatan

Membangun Budaya Intelektualitas , Menjaga Potensi Kader Persyarikatan

Oleh : Abdullah Assy Abul Huda

Ketua Umum PD IPM Surabaya 2013 – 2015

 

Muhammadiyah adalah salah satu persyarikatan Islam yang hadir di tengah kehidupan warga masyarakat Indonesia yang heterogen. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar merupakan bingkai aktivitas dakwah yang dilakukan oleh setiap warga muhammadiyah. Melalui masjid – masjid, eksistensi dakwah persyarikatan yang didirikan oleh KHA. Dahlan ini semakin mudah untuk memberikan sedikit tsaqofah – tsaqofah Islam yang sesuai dengan Ideologi Muhammadiyah. Tidak hanya dakwah melalui masjid saja, dengan memiliki ribuan Amal Usaha muhammadiyah semakin jelih melihat potensi aktivitas dakwahnya terhadap masyarakat yang mengenal muhammadiyah hanya sebatas Ormas yang tidak pernah memakai qunud dalam sholatnya dan tidak pernah mengadakan tahlilan ketika ada sanak saudaranya yang meninggal.

Persyarikatan muhammadiyah dalam melakukan setiap aktivitas dakwahnya memerlukan 2 unsur yang sangat penting, materi dakwah itu sendiri, dan penyebar misi dakwah tersebut. Materi dakwah yang akan disebarkan tidak boleh lepas dari inti maksud dan tujuan persyarikatan muhammadiyah. Story telling mengenai tokoh – tokoh muhammadiyah dengan penekanan sesuatu yang unik dari sisi lain kehidupanya adalah penambah sub materi dalam aktivitas dakwah muhammadiyah. Sehingga tokoh yang dibanggakan bukan diluar muhammadiyah tetapi tokoh tersebut berasal dari muhammadiyah. Suatu contoh saja, Prof. Dr. H.M. Amin Rais, M.A. bukan hanya sebagai penggerak reformasi 1998, namun sisi unik lainya dalam kehidupan beliau adalah kalau ingin mengundang beliau untuk mengisi pengajian di level pimpinan ranting muhammadiyah, maka hubungi lewat ibunya pak amin rais. Karena pak amin adalah salah satu tokoh muhammadiyah yang sangat berbakti terhadap orang tua.

Point yang kedua adalah berkaitan tentang penyebar misi dakwah muhammadiyah dan biasanya di sebut dengan “kader”. Kader muhammadiyah tersebar kedalam berbagai organisasi otonom (ORTOM) seperti Hizbul Wathan (HW/Kepanduan), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul ‘Asyiyah (NA). Pemuda Muhammadiyah (PM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Asyiyah. Organisasi tersebut yang menjadi tempat penempaan kader – kader muhammadiyah agar memiliki jiwa militansi dalam menyebarkan misi dakwah muhammadiyah kepada masyarakat luas. Namun seiring berjalanya roda persyarikatan ini, banyak kader – kader muhammadiyah pulang dengan tangan hampa ketika dahulu mereka berjuang dengan mengeluarkan banyak tenaga, materi, dan waktu. Untuk saat ini kader – kader yang dulu berjuang hanya sebatas menjadi pelengkap dalam ruang lingkup amal usaha muhammadiyah. Dari pergolakan masalah yang sangat substansif tersebut, kader – kader muhammadiyah mulai menginginkan untuk mengelola secara keseluruhan amal usaha yang dimiliki muhammadiyah. Dan sejatinya kader muhammadiyah haruslah menjadi  Organization Control untuk menjaga nilai – nilai kemuhammadiyahan dalam amal usaha muhammadiyah tersbut. Untuk menjaga stabilitas kompetensi Sumber Daya Manusia dan pengelolahan manajemen maka muhammadiyah dalam mencari Organization Leader haruslah berkompeten di bidangnya. Pertanyaan sederhana adalah apakah mereka yang menguasai amal usaha muhammadiyah itu kader muhammadiyah ? sebagian kecil iya dan sebagian besar tidak. Maka apa yang harus dilakukan muhammadiyah ? saatnya muhammadiyah menata potensi kader dalam bidang Sains, Sosial, Religiuitas, dll. Beri wadah bagi para kader muhammadiyah yang ingin menempa potensi akademiknya dengan memberi beasiswa kader ke setiap perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Suatu hal yang wajib kader muhammadiyah menempa ilmu akademisnya disitu lalu setelah berhasil maka kader muhammadiyah saatnya mengabdi untuk muhammadiyah,umat,dan bangsa. Berbicara Globalisasi bukan berbicara agama dan hati, namun saat ini kita berbicara potensi diri untuk eksistensi persyarikatan yang madani. Ketika ditanyak oleh masyarakat apakah muhammadiyah mempunyai ahli matematika? Kita bisa menjawab, apakah muhammadiyah memiliki ahli fisika dan geologi ? kita bisa menjawab. Dan apakah muhammadiyah memiliki ahli hadits dan hafidz qur’an ? kitapun dengan mudah menjawabnya. Tidak kah kita bangga Ahli Fisika dunia itu  orang muhammadiyah ? tidak banggakah kita penemu 10 hak paten keilmuan itu adalah kader muhammadiyah ? sangat bangga kita mendengarnya sebagai kader muhammadiyah yang menginkan terciptanya masyrakat islam yang sebenar – benarnya.

Insya Allah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s